Rabu, 06 Februari 2013

Kangen Indonesia : Indonesia di Mata Orang Jepang

Apa jadinya kalau orang Jepang cerita tentang Indonesia? Mungkin yang kita bayangkan adalah cerita mengenai kemacetan dan ketidakdisiplinan dari orang-orang Indonesia, sesuatu yang sangat bertolak belakang dengan budaya bangsa matahari terbit yang disiplin.

Namun penulis kebangsaan Jepang yang menulis buku berjudul 'Kangen Indonesia' menggambarkan bangsa ini dari kaca mata lain. Walau tidak bisa dipungkiri tingkat kedisiplinan bangsa Indonesia memang kalah jauh dibanding dengan bangsa Jepang, tapi sang penulis - Prof. Hisanori Kato - justru menilai bahwa bangsa Jepang juga harus banyak belajar dari bangsa Indonesia. Nah loooh?

Minggu (3/2/2013) lalu, saya berkunjung ke Gramedia Matraman. Tak dinyana di toko buku ini sedang diadakan Temu Penulis buku 'Kangen Indonesia'. Dari judulnya biasa memang...tapi jadi tak biasa karena yang menulis adalah seorang berkebangsaan Jepang. Penulis kemudian banyak bercerita dalam acara tersebut, perhatian saya sedikit tersita ke acara tersebut. Hahha...dan hasilnya saya pun membelu buku tersebut dan langsung minta tanda tangan Prof. Kato plus foto bareng beliau.. Oya, Sensei Kato ini adalah Professor termuda di Universitas Hosei Jepang loooh.. :D

Minta TTD plus foto bareng Sensei Kato.. :)
Menurut Sensei Kato, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan akan terus berkembang. Pernyataan ini sepertinya memang benar adanya, berbagai lembaga ekonomi dunia memprediski Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang tangguh, bahkan sangat mungkin mengungguli Jepang.

Sensei Kato memang menyayangkan budaya tidak disiplin bangsa Indonesia. Menurutnya bangsa Indonesia kebanyakan tidak menghargai waktu dan terlalu mudah mengatakan "yaa...tidak apa-apa" kala mendapati kegiatannya molor aka ngaret.

Jujur saya pun mungkin masih sering meremehkan waktu. Padahal waktu adalah hal yang tak bisa diulangi jika sudah terlewat. Waktu lampau adalah yang hal terjauh yang tak mungkin kita gapai kembali.

Namun Prof. Kato mengatakan bahwa Jepang harus juga belajar dari Indonesia. Dari bukunya saya mendapati sebuah benang merah bahwa bangsa Indonesia masih punya hati. Bangsa ini masih punya rasa saling menolong, atau Prof. Kato menyebutnya "bangsa Indonesia masih punya sikap 'saling' diantara sesama.

Saling memaafkan... saling bantu-membantu... saling menghormati... masih banyak kita temui di Indonesia. Lain hal yang di Jepang, Prof. Kato merasa bangsa Jepang saat ini cenderung 'jahat'. Jika di Indonesia kita masih bisa melihat dalam bus seorang pemuda mempersilakan ibu yang menggendong anak untuk duduk terlebih dahulu, maka di Jepang hal ini jarang ia temukan.

Bangsa Indonesia juga bangsa yang tenggang rasa dan pemaaf. Segala sesuatu jarang membuat bangsa ini stress. Lihatlah bagaimana sabarnya orang Jakarta dengan kemacetan yang super duper setiap harinya, tapi bangsa ini tetap stabil...haha.. (maaf kalau yang ini rada ngawur :) Demikian halnya ketika Prof. Kato mengajar di Indonesia, kala itu beliau mengandalkan moda transportasi massal seperti metromini dan kopaja. Macetnya ibukota membuatnya stress karena sangat sulit tepat waktu.

Bangsa Indonesia masih punya pegangan hidup yaitu Tuhan. Hal ini terkolerasi kuat dengan angka bunuh diri bangsa Jepang yang tinggi setiap tahunnya karena tidak kuat menanggung beban hidup yang keras. Saat manusia sampai pada titik nadir dan membutuhkan tempat bergantung, bangsa Jepang tidak memilikinya. Tak ada Tuhan seperti yang diyakini bangsa Indonesia.

Nah, tenryata bangsa Jepang pun harus belajar dari Indonesia ya.. :)


Share/Bookmark

4 komentar:

Tarikh Azis mengatakan...

Menggugah Bang ceritanya!!!

Anonim mengatakan...

harga bukunya berapa?

Mr. Frendly mengatakan...

Nice story gan,. . .
Lanjutkan ceritanya lagi?:D

budi karta mengatakan...

wah,, setuju, waktu itu penting haha

Posting Komentar

Silakan berkomentar...

 
© Copyright by Good is the enemy of Great  |  Template by Blogspot tutorial