Sabtu, 02 Juni 2012

Ketika Dokter Menulis ...

Media Aesculapius, koran kedokteran dan kesehatan nasional terbitan FKUI akhir-akhir ini jadi santapan berikutnya selain textbook dan tentunya buku-buku yang sudah jadi waiting list untuk dibaca. Walau "MA" yang saya baca sudah cukup berumur (baca : tua), hasil pinjaman dari sahabat saya Fikrifar Rizki Faridho, tapi konten yang disampaikan masih sesuai dengan keadaan saat ini.


Tertarik dengan rubrik "senggang" yang ada di halaman terakhir, saya lantas menuliskan beberapa hal dalam blog ini. Koran edisi Mei-Juni 2010, mengangkat sosok seorang prikiater bernama dr. Hj. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ yang sejak belia sangat gemar menulis. 



Buah tulisannya telah menghasilkan karya-karya berikut :




Yang menarik adalah setiap tulisan dr. Nova lahir dari intensitasnya dengan dua dunia, medik dan psikis. Maka tak heran dalam setiap sajian tulisannya selalu terkait antara kedua hal tersebut. Hal menarik lain terkait dr. Nova bisa dilihat di Official Site nya disini.



Inilah bukti bagaimana seorang dokter pun masih bisa menghasilkan karya-karya tulisan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat ditengah kesibukannya dalam menangani pasien.


Masih di rubrik yang sama di edisi Januari-Februari 2012, saya menemukan sosok seorang dokter yang juga penulis bernama dr. Triharnoto, M.Sc, MBA, SpPD. Buku pertama yang ia terbitkan berjudul "The Doctor : Catatan Hati Seorang Dokter". Simak tulisan saya mengenai buku ini di link berikut.


Buku ini merupakan sebuah kisah nyata yang menggambarkan manis-getirnya kehidupan seorang klinisi yang diangkat dari pengalaman pribadinya. Sebagai seorang dokter penyakit dalam dan kepala bidang pelayanan medik RS Panti Rapih Jogjakarta, staf pengajar klinik FK Univ. Katolik Atmajaya Jakarta, dan team leader sister hospital RS Panti Rapih dengan RSUD Ende, Flores, dr.Toto membuktikan bahwa kesibukan bukanlah penghalang untuk menulis. Sebaliknya, pengalaman dalam praktik sehari-hari dapat menjadi inspirasi gemilang dalam berkarya.


Menurut dr. Toto, lewat tulisan ia dapat berkomunikasi dengan pembaca, tak hanya di dalam negeri, tapi juga ke seluruh dunia. Dan lagi dengan menulis segala pengalaman dan gagasan yang ia punya bisa bermanfaat untuk orang lain.


Kecintaannya menulis kembali akan ia buktikan. Saat ini beliau sedang merampungkan tulisannya yang lain seperti "Venndiag, a Tool For Learning Clinical Reasoning", "The Power of vennAction" dan buku mengenai cara memaknai kesembuhan.


Keberhasilan dr. Toto tak terlepas dari dukungan keluarga tercinta. Istrinya, dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed, Ph.D, selalu mendorong Toto untuk menulis. "Menurutnya, saya bisa menjadi penulis hebat. Wah, jadi semangat juga!" candanya. "Dia juga mengatakan nilai buku saya 9 dari skala 10. Dan juga anak-anak saya senang bisa melihat buku daddy-nya di toko buku."
________________________


Tak banyak dokter yang berminat dalam bidang penulisan, apalagi sampai menerbitkan buku. Saya sangat termotivasi untuk menyusul menerbitkan buku seperti mereka. Menurut saya melalui tulisan kita bisa ikut mencerdaskan kehidupan bangsa (jiah...udah kayak tujuan NKRI). Setiap kata yang kita tulis akan menjadi saksi bisu kalau kita pernah berkarya sebagai ungkapan syukur pada Allah yang telah mengaruniai segala nikmat-Nya dalam berbagai hal termasuk kesempatan mempelajari dunia kedokteran.


Dengan menulis kita berkontribusi meningkatkan minat membaca masyarakat Indonesia dengan menyediakan tulisan-tulisan bermuatan positif dan membangun. Semoga saya bisa mengikuti jejak dr.Toto dan dr.Nova.

Semangat produktif menulis!



Pradipta Suarsyaf


Share/Bookmark

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar...

 
© Copyright by Good is the enemy of Great  |  Template by Blogspot tutorial