Selasa, 05 Juni 2012

Achmad Bakrie : Ical, Saya Senang Kamu Gagal !

Siapa yang tak kenal Aburizal Bakrie? Seorang pengusaha sukses dan salah satu pengusaha terkaya di Indonesia yang kini berencana mencalonkan diri menjadi presiden Indonesia dari Partai Golkar. Tapi kenalkah dengan bapak dari Aburizal Bakrie yang merintis usaha Bakrie & Brothers yang bergerak dibidang industri pipa baja dan pabrik kawat ini? Ya, beliau adalah Achmad Bakrie.



Achmad Bakrie lahir di Kalianda, Lampung, 11 Juni 1916 dan meninggal di Tokyo, Jepang, 15 Februari 1988 pada umur 71 tahun. Beliau mulai merintis usahanya sejak belia dengan berjualan ballpoint di kampung halamannya sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang sampai berkembang demikian pesat hingga perusahaan Bakrie & Brothers ini menjadi salah satu perusahaan yang disegani baik di Indonesia maupun di dunia. 


Banyak hal menarik yang saya dapatkan setelah membaca buku biografi seorang Achmad Bakrie. Walau biografi ini hanya merupakan kumpulan wawancara dari keluarga, anak, sahabat, teman usaha, dan juga beberapa tokoh pemerintahan dizamannya namun nampaknya sudah cukup menggambarkan bagaimana pembawaan dan profil dari seorang Achmad Bakrie.


Dari 105 orang yang diwawancara dalam buku ini saya justru tertarik dengan komentar dan hasil wawancara dari teman usahanya, bukan dari keluarganya. Ya, mungkin benar juga kata orang kalau seseorang itu dilihat dari teman yang mengenalnya. 


Seperti kisah yang diceritakan oleh Charles T. Graham, teman usahanya dari Australia. Beliau sangat terkesan dengan kepribadian Achmad Bakrie yang sangat disiplin, mandiri, dan bangga akan hasil karya bangsanya. Kedisiplinan ia tularkan kepada keluarga dan tentu pada perusahaannya. Ia sangat konsekuen ketika sudah tercapai kesepakatan. Ia sosok pengusaha yang tak takut berhutang dan tak pernah menunggak hutang. Hutang selalu ia bayar tepat pada waktunya sehingga banyak pemberi modal percaya padanya. Dengan modal inilah perusahaan Bakrie & Brothers berhasil menjadi icon bangkitnya pengusaha di Indonesia.


Dalam mengembangkan usaha pabrik baja yang bisa dibilang 'asabiqul awalun' di Indonesia, banyak yang meragukan apakah Bakrie & Brothers bisa berhasil dan sukses / tidak. Namun dengan tenang Achmad Bakrie berkata, 


"Ketidakmungkinan membutuhkan waktu sedikit lebih lama." 


Dan terbukti perusahaan baja miliknya berkembang pesat dan menjadi partner pemerintah dalam setiap pembangunan infrastruktur.


Achmad Bakrie dalam beberapa kesempatan ketika berkunjung ke luar negeri, 
selalu menyempatkan di sela-sela urusan bisnisnya mencari buku-buku ekonomi berbahasa Inggris dan Belanda. Juga buku-buku berbahasa Jerman, walaupun dia tidak terlalu menguasainya. Kegemaran membaca Achmad Bakrie, menjadikannya pengusaha yang juga boleh dibilang kutu buku. Dia rajin membaca dan kemudian mempraktekkannya.



Filosofi hidup Achmad Bakrie "Menggapai bintang-bintang sementara kaki tetap berpijak di bumi" yang juga merupakan filosofi kelompok usaha Bakrie menjadi pijakan dalam setiap kebijakan perusahaan. Intinya B&B harus punya fungsi sosial. 


Sehingga dari apa yang saya baca, dalam beberapa kesempatan ia memberikan nasehat pada anak-anaknya seperti ini : "untuk apa kita berusaha lagi kalau sekedar mau hidup layak saja"


lanjut... "yang penting adalah bagaimana perusahaan ini berfungsi 
untuk membenahi masalah-masalah yang dihadapi bangsa dan 
negara"


Hal menarik lainnya adalah konsep keluarga yang ditanamkan dalam setiap anggota keluarganya : "Keluarga kami menganut faham bahwa menghormati 
yang lebih tua dan lebih pandai adalah mutlak."


Sehingga saat ini kelompok usaha Bakrie dipegang oleh 3 orang anak Achmad Bakrie sesuai dengan keahliannya. Kekuatan Bakrie & Brothers adalah penggabungan dan kecocokan ketiga sang anak. 


Selain itu konsep lain yang dipegang adalah : Sumber kekuatannya juga terletak pada pembenahan organisasinya, ditambah dengan wanti-wanti Achmad Bakrie supaya jangan ribut atau cekcok karena uang.


Satu lagi yang menarik...
Salah satu ucapannya yang dikatakan kepada Aburizal Bakrie anaknya ketika mengetahui anaknya mengalami kerugian dalam usahanya adalah 


"Saya senang kamu gagal. Kau harus tahu arti kegagalan, agar nanti berhasil."


Ada kisah menarik lain dari teman usaha Achmad Bakrie dari Belanda bernama  Kees de Jong. Berikut ceritanya :



Terkadang dalam hidup, Anda menemui orang yang Anda suka dan hormati dari sejak pertama kali Anda menemuinya. Buat saya, Mr. Achmad Bakrie begitu orangnya. Pertama kali kami ketemu ia masih aktif di perusahaan dan kami, sebagai orang Ballast Nedam sedang mencari suatu perusahaan untuk memulai  joint venture di Indonesia. Lantas ia bilang beberapa syair dan sajak Belanda dari hari-hari sekolahnya dahulu masih dia ingat, walaupun banyak di antaranya sudah ia lupa.


Berada kembali di Negeri Belanda kami temukan sebuah buku tua dengan syair-syair Belanda karya de Genestet dan pada awal kerjasama kami, Kees de Jong (penulis, ed), direktur pengelola perusahaan yang baru ditunjuk, berkenan menyerahkan sang buku kepadanya. Ketika ketemu be-rikutnya, Achmad Bakrie mengaku rajin membaca syair-syair itu, khususnya bila lagi merenung.


Di antara syair-syair itu ialah :


Sprekers, hoorders, denkers, daders, 
Vindt ge in soorten, rijp en groen, 
Zeldzaam vindt ge wel verenigd 
Spreken, hooren, denken, doen.


(“Speakers, listeners, thinkers, do’ers, thou find them mature and green, you seldom do find well united speaking, listening, thinking, doing.”)


Dengan syair-syairlah sebuah kerjasama yang perfek dimulai.


R.B. Schermer.
Amstelveen, l November 1991


Demikianlah Achmad Bakrie mengembangkan usahanya. Semoga kita bisa mengambil contoh yang baik dari diri Achmad Bakrie dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia.


Buku ke-23 ! ganbatte kejar 50 buku sebelum koass.. :)


Reference :

  • Pohan, Syafruddin. 2011. Achmad Bakrie : Sebuah Potret Kerja Keras, Kejujuran, dan Keberhasilan. Jakarta : PT. Bakrie & Brothers. ebook available at URL : download here!
  • Achmad Bakrie. Available at URL : here!
  • Aburizal Bakrie. Available at URL : here!








Share/Bookmark

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar...

 
© Copyright by Good is the enemy of Great  |  Template by Blogspot tutorial